Rabu, 01 November 2017

Gerakan Ayo Mondok Sukses Tingkatkan Jumlah Santri Baru

Kendal, Santri An Nur Slawi - Gerakan Ayo Mondok Nasional tahun lalu sukses menarik minat banyak orang untuk mengaji di pesantren. Penerimaan santri baru di sejumlah pesantren meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Demikian pengakuan Wakil Sekretaris RabithahMa’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah Mandzur Labib.? Menurutnya, gerakan tersebut merupakan ikhtiar untuk menjaga keberlangsungan pesantren.

Gerakan Ayo Mondok Sukses Tingkatkan Jumlah Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ayo Mondok Sukses Tingkatkan Jumlah Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ayo Mondok Sukses Tingkatkan Jumlah Santri Baru

"Eksistensi pesantren dapat terjaga," tandas pria yang akrab disapa Gus Labib ini pada lokakarya Sistem Manajemen Pesantren (Simapes) hasil kerja sama RMINU Jateng dengan Kantor Wilayah Kementrian Agama Jateng di Pondok Pesantren al-Musyaffa Kendal, Jateng, Kamis (28/1). Lokakarya diikuti puluhan santriwan-santriwati dari 20 pesantren di Kabupaten Kendal

Santri An Nur Slawi

Pengasuh Pesantren Sabilunnajah Kendal itu menambahkan, RMINU Jateng ke depan akan melakukan Gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Keren (PBPK). Bila Gerakan Ayo Mondok Nasional adalah usaha pengembangan pesantren dari luar pesantren maka PBPK merupakan usaha di dalam pesantren.

Santri An Nur Slawi

Lokakarya Simapes, katanya, merupakan salah satu usaha untuk memberikan masukan kepada pesantren agar mulai menata diri. “Banyak tantangan ke depan bagi pesantren yang mulai harus kita benahi bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Labib sempat bercerita tentang Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri yang memiliki pengalaman dalam memondokkan anaknya. Hanif dan istrinya rela berkeliling dari satu pesantren ke pesantren yang lain. Bagi Hanif, anaknya harus di pesantren.

“Semangat inilah yang harus kita tiru untuk selalu menjadikan pesantren sebagai pilihan utama untuk anak kita,” lanjut Gus Labib.

Ia mengatakan, berbagai tantangan pesantren ke depan semakin berat. Berbagai ikhtiar harus dimunculkan untuk menjaga eksistensi pesantren. Dalam hal ini, kerja sama dari berbagai pihak sangat diharapkan. "Perlu banyak pihak untuk memajukkan pesantren," imbuh Gus Labib alumni Lirboyo ini. (M Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Ulama, Santri Santri An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar