Namun, tidak demikian yang terjadi pada aksi damai tolak Full Day School (FDS) yang dilakukan warga Nahdliyin di Kota Solo, Kamis (24/8) lalu.?
| Pasukan Sapu Jagat Jadikan Aksi Tolak FDS di Solo Bersih dari Sampah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pasukan Sapu Jagat Jadikan Aksi Tolak FDS di Solo Bersih dari Sampah
Meski jumlah peserta aksi mencapai 25.000 lebih, namun selama perjalanan menyusuri Jl Slamet Riyadi, hampir tak ada sisa sampah yang terlihat.Keberhasilan aksi yang bebas dari sampah ini rupanya tak lepas dari peran tim relawan “Sapu Jagat” yang dikoordinir IPNU-IPPNU se-Soloraya dan Pagar Nusa.
Santri An Nur Slawi
Mereka saling bekerjasama untuk memunguti sampah-sampah yang ada, baik ditinggalkan para peserta aksi maupun pengunjung lainnya, mulai dari Sriwedari hingga ke Masjid Agung.“Sejak awal sudah kami siapkan 150 plastik besar untuk wadah sampah yang dipungut. Cara kerjanya cukup sederhana, kita berjalan paling belakang. Jadi ya sembari ikut aksi kita punguti sampah,” ungkap Ketua IPNU Klaten Muhtar.
Ditambahkan Muhtar, aksi dari pasukan “Sapu Jagat” ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mereka agar kawasan yang dilewati untuk aksi tetap terjaga kebersihannya.
“Ya meskipun Pemkot Solo sudah ada Dinas Kebersihan, tapi ini kan acara kita, ya kita juga mesti punya insiiatif untuk ikut membersihkannya,” papar dia.
Ia juga berharap melalui aksi peduli bersih sampah ini dapat menjadi citra kaum Nahdliyin sebagai kaum yang senantiasa menjaga kebersihan. (Ajie Najmuddin/Fathoni)
Santri An Nur Slawi
Dari Nu Online: nu.or.idSantri An Nur Slawi IMNU, Internasional, Doa Santri An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar