| Ketika Siswa MTs Ma’arif Pontianak Kocok Perut Hadirin di Pembukaan KSM (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ketika Siswa MTs Ma’arif Pontianak Kocok Perut Hadirin di Pembukaan KSM
Tundang dibawakan oleh siswa MTs Ma’arif Pontianak setelah sambutan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan penampilan berbagai tarian tradisional Melayu dan Kalimantan yang dibawakan oleh siswa dan siswi MI Teladan Pontianak, MTsN 2 Pontianak, dan MAN 1 Pontianak.?Dalam membawakan Senin Tundang ini, 6 siswa yang kompak mengenakan baju tradisional Melayu berwarna hijau dengan sarung warna kuning melingkar di pinggang ini masing-masing mempunyai peran. Tiga siswa menabuh kendang kecil, 1 orang memainkan alat musik kecrek, 1 orang menabuh kendang besar, dan 1 orang membawakan pantun. Dengan kata lain, 5 orang memainkan alat musik dan 1 orang berpantun.
Siswa bernama Arief sang pembawa pantun mampu menyihir ratusan hadirin yang memadati Gedung Serba Guna Pontianak Convention Center (PCC). Diiringi kendang bertalu-talu, ia dengan logat khas Pontianak mengocok perut hadirin dari setiap bait-bait pantun yang dibacakannya. Cucuran keringat dan peluhnya dari hasil energi yang dikeluarkan saat membaca pantun menambah kocak penampilannya.
Santri An Nur Slawi
Satu per satu baris dan bait pantun yang dibawakannya menyapa hadirin, Menteri Agama, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, dan Kepala Kanwil Kemenag Kalbar dengan bahasa teratur dan mimik menggemaskan.Pada hari ini, saye sungguh bahagie, tampil depan anda be panton dan bergaye
Banyak cewe’-cewe’ yang meratikan saye, saye jadi takot kalau bale’ dikejarnye
Baruga sebentar, dah banyak ngajak kenalan, bahkan ada cewe’ sampai minta tanda tangan
Itulah akibat, muke macam Sharukh Khan, hidop jadi susah, sana’ sini’ jadi rebotan.
Santri An Nur Slawi
Kompetisi sains, madrasah memang perlu, biar kite bisa jadi negara majuDaripada ngumpol-ngumpol ta’ tentu rudu, Bagoslah bersaing dalam menuntot ilmu?
Bunyi beberapa baris pantun tersebut merupakan sebagian yang dibacakan oleh Arief dari 17 halaman dalam ukuran buku saku berisi baris-baris pantun. Paduan Seni Tundang ini makin menemukan keselarasan karena diiringi tari-tarian dari 5 pemain musik yang mengiringi pembaca pantun. Tepuk tangan meriah diberikan hadirin ketika keenam siswa tersebut mengakhiri penampilan mempesonanya. (Fathoni)
?
Dari Nu Online: nu.or.id
Santri An Nur Slawi Anti Hoax, News Santri An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar